Penyakit Maag

Penyakit maag memang sering dianggap sepele, padahal para penderita maag tahu betul bagaimna rasanya jika sudah kambuh. Kata “maag” berasal dari bahasa Belanda yang artinya “Lambung”. Tapi penyakit ini tidak hanya berkaitan dengan lambung. Dalam bahasa medis, gangguan ini lebih berupa kumpulan gejala berupa sindrom dyspepsia. Sindrom ini berkaitan dengan nyeri yang terdapat di dalam perut bagian tengah atas.

Penyebab penyakit maag bisa beragam. Bisa dikarenakan kelaian di daerah esofagus, daerah yang menghubungkan tenggorokan dan lambung, bisa di daerah lambung itu sendiri, bisa juga di usus duabelas jari. Bahkan sumber penyakit ini bisa berasal dari daerah luar saluran pencernaan, seperti kantung empedu, liver, atau pankreas.

Penyakit lambung yang sering diderita adalah dyspepsia fungsional, dimana penderitanya sering mengeluh nyeri atau rasa tidak nyaman di perut. Tapi saat diperiksa, tidak ada kelainan nyata di saluran pencernaan. Sebagian besar keluhan berkaitan dengan adanya stres atau kebiasaan makan yang tidak benar. Konsumsi obat-obatan tertentu juga bisa memicu dyspepsia, misalnya obat yang bersifat pain killer, obat flu atau encok. Selain itu ada juga berbagai jenis makanan dan minuman yang bisa jadi pemicu penyakit maag.

Penyakit maag juga banyak berkaitan dengan pola makan. Pola makan yang tidak teratur pada awalnya tidak menimbulkan akibat apa-apa. Tapi tidak lama lagi anda akan merasakan beberapa gejala maag, yaitu:

  • Nyeri di daerah lambung, seperti di tusuk-tusuk dan rasanya panas
  • Mual dan ingin muntah
  • Kerap bersendawa

Sebenarnya, dalam memproduksi asam, lambung punya irama yang sejalan dengan pola makan kita sehari-hari. Jika jadwal makan tidak teratur, lambung pun menjadi “bingung”. Tidak heran di saat anda sedang tidur pun lambung bisa saja mengeluarkan asam.

Apakah penyakit maag bisa diobati? Tergantung penyebabnya. Jika disebabkan kelainan organik atau karena pemakaian obat, penyembuhannya lebih mudah. Tapi jika berkaitannya dengan faktor psikis, kesembuhan sulit tercapai, anda harus membereskan masalah kejiwaan anda dulu. Orang-orang yang perfeksionis dan gampang tegang, kononmudah terkena dyspepsia.

Hal lain yang juga bisa menyebabkan penyakit ini terus berlarut-larut adalah disiplin yang kurang, baik dalam mengatur jadwal makan maupun memilih makanan yang di konsumsi. Obat yang beredar di pasaran hanya berfungsi menetralisir asam lambung yang tinggi di perut, jadi hanya efektif menghilangkan gejala. Idealnya anda meminum obat ini disaat merasa nyeri, setelahnya lekas periksa ke dokter dan jangan lupa hindari ancaman stres.

 

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: