Sahabat Dan Curhat

Anda sering dicurhati oleh sahabat? Perhatikan ciri-cirinya agar anda bisa tepat bersikap menghadapi curhatan sahabat anda.

  1. Dia tidak tahu kalau punya masalah. Ciri-cirinya: Dia akan cenderung berdiam diri saat berhadapan dengan anda, karena dia sendiri merasa kesulitan untuk menceritakan masalahnya. Hal ini membuat anda bingung untuk membantu masalahnya. Sikap anda: Sebaiknya jangan memaksa dia untuk segera menceritakan masalahnya. Biarkan dia sampai merasa tenang dan nyaman untuk memulai berbicara. Konsekuensinya anda harus lebih bersabar, bisa saja dalam waktu yang lama dia tidak akan mengatakan sepatah kata pun. Ketika dia sudah cukup tenang, coba pancing dengan pertanyaan singkat. Misalnya saja, “apa yang sedang kamu rasakan?” atau “ceritakan apa yang ingin kamu ceritakan pada saya”. Jangan lakukan penilaian benar atau salah terhadap apa yang sedang ia katakan.
  2. Dia ingin mendapatkan solusi. Ciri-cirinya: Saat bercerita, dia memiliki daya ingat yang hebat terhadap masalahnya. Dia akan menceritakan segala sesuatunya secara detail dan sistematis. Dia juga akan mendominasi pembicaraan dan berharap anda hanya mendengarkan saja. Meski demikian, sebetulnya ini adalah pertanda kalau dia ingin anda menyelesaikan masalah itu. Makanya dia akan bercerita dengan sangat detail dan terbuka. Sikap anda: Anda perlu menjadi pendengar yang baik. Saat sahabat anda mengeluarkan keluh kesahnya, cermati setiap alur ceritanya. Anda juga perlu kritis apakah cerita itu logis atau tidak. Jangan cepat merespon apa yang dikatakannya karena belum tentu apa yang dikatakannya itu benar. Bila persoalan yang diungkapkan ternyata sangat berat, sarankan untuk datang kepada ahli.
  3. Dia butuh dukungan anda. Ciri-cirinya: Orang seperti ini hanya butuh pembenaran dari apa yang ia katakan atau lakukan. Kalau anda mengangguk tanda setuju atas tindakan yang akan dilakukan, dia pasti akan merasa puas. Biasanya dia pun akan langsung menyudahi pembicaraan. Tapi jika anda bersikap tidak setuju, dia kan cenderung berdebat dan berusaha meyakinkan anda untuk mendukung tindakannya. Sikap anda: Sebaiknya jangan mengambil peran apapun, serahkan keputusan sepenuhnya kepada dia. Anda hanya berfungsi sebagai orang yang dijadikan referensi saja, biarkan dia memutuskan sendiri masalahnya, jangan melakukan intervensi. Anda bisa memberikan umpan balik, misalnya dengan mengingatkan untung rugi yang akan terjadi. Hindari perdebatan yang berlarut-larut, dia sudah tahu ap ayang dia mau. Jadi posisikan diri anda sebagai pendengar yang baik.
  4.  Dia hanya ingin didengarkan. Ciri-cirinya: Bisa dibilang, orang seperti ini menjadikan anda sebagai “kuali besar” yang bisa menampung segala keluh kesahnya. Pola yang sering terjadi, dia akan selalu mendominasi pembicaraan. Baginya, berbicara merupakan salah satu cara untuk mengatasi masalahnya. Jangan heran jika apa yang dikatakan terkesan dibesar-besarkan. saat menghadapi hal ini, sebaiknya anda harus bisa mengendalikan diri sendiri. Sikap anda: Kuncinya cuma satu, jadilah pendengar yang baik. Biarkan sahabat anda berbicara panjang lebar sesuka hati. Jangan potong ceritanya, karena ia pasti tidak akan terima. Selain itu anda tidak perlu repot-repot memberinya solusi. Kalo ingin berkomentar, tunggu sampai dia selesai dengan ceritanya. Kalo perlu anda bisa bertanya, “sudah ceritanya?”. Jika dia bilang sudah, baru anda punya kesempatan untuk memberi tanggapan.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: